Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2011

Recognize Figure of Kid Rock



Robert James "Bob" Ritchie (born January 17, 1971), known by his stage name Kid Rock, is an American singer-songwriter, musician and rapper with five Grammy Awards nominations.

Kid Rock released several studio albums that mostly went unnoticed before his 1998 record Devil Without a Cause, released with Atlantic Records, sold 11 million albums behind the hits, "Bawitdaba", "Cowboy", and "Only God Knows Why". In 2000, he released The History of Rock which was a compilation of remixed and remastered versions of songs from his previous albums as well as the hit single, "American Bad Ass" and the previously unreleased "Abortion".

Kid Rock released the follow up in 2001, Cocky. After a slow start, his country-flavored hit "Picture" with Sheryl Crow resurrected the album and it went gold as a single and pushed the album's sales to more than 5 million. It was followed by 2003's self-titled release, which failed to chart a major hit. In 2006 he released Live Trucker, a live album.

In 2007 Kid Rock released Rock n Roll Jesus, which produced a hit in "All Summer Long". It was his first worldwide smash hit, charting #1 in eight countries across Europe and in Australia.[1][2] Rock N Roll Jesus would go on to sell 5 million albums worldwide including being certified triple platinum in the U.S. He released Born Free on November 16, 2010.

Senin, 04 Juli 2011

Selayang pandang Dangdut koplo


    Dangdut koplo merupakan jenis aliran musik yang termasuk baru di dunia musik indonesia, berawal dari banyaknya OM ( Orkes melayu ) yang sering tampil di acara-acara pernikahan,sunatan atau acara-acara lain,demi menjaga tetap eksis maka para pemain musik ber-ekspresi membuat genre musik baru yaitu dangdut koplo,tetapi tetap mngacu pada induk nya yaitu genre musik dangdut,yang menjadi ciri khas dari dangdut koplo adalah suara “Gendang” nya yang sangat menonjol sehingga sang penyanyi pun akan semakin semangat di atas panggung. 

    Seiring berjalan nya waktu ternyata dangdut koplo sangat diminati masyarakat, sehingga muncul group Orkes melayu ( OM ) baru yang ikut meramaikan dunia musik dangdut koplo. 

    Tapi sayang nya lagu-lagu yang di tampilkan bukan asli genre dangdut koplo itu sendiri, melain kan lagu-lagu yang sedang hits saat ini terutama lagu-lagu pop, kemudian di nyanyikan dalam irama dangdut koplo,sehingga terkesan di paksakan, tapi apapun itu masyarakat tidak peduli yang penting para Orkes Melayu itu dapat menghibur masyarakat.di tambah saat ini lagu-lagu dangdut koplo dapat di download di berbagai situs di internet dengan format mp3, mp4, flv , dan di jual dalam bentuk VCD di pedagang kaki lima di pinggir jalan atau di dalam mall.

Rabu, 05 Januari 2011

Indah Dewi Pertiwi Benar Bagi-bagi Hadiah Rp 9,9 M


Jakarta - Penyanyi Indah Dewi Pertiwi benar-benar total dalam kariernya di dunia musik. Setelah membuat video klip berbiaya miliaran rupiah, kini pelantun 'Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa' itu akan bagi-bagi hadiah senilai Rp 9,9 miliar.

Hadiah sebesar itu akan diberikan Indah kepada penggemar setianya yang menunduh ring back tone (RBT) lagu-lagunya. Pengundian hadiah akan dibagi dalam tiga tahap.

Uang dan sejumlah barang-barang senilai Rp 2,2 miliar akan diberikan untuk tahap pertama. Penyanyi berusia 19 tahun itu bersyukur atas pencapaiannya selama ini di dunia tarik suara.

"Ada 63 motor dan hadiah uang Rp 50 juta," jelasnya saat ditemui di Globe, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/1/2011).

Sebagai penyanyi pendatang baru, Indah terbilang sukses. Album perdananya bertajuk 'Hipnotis' berhasil terjual hingga 75 ribu keping. Sedangkan untuk RBT, angka penjualannya mampu menembus 1,2 juta pengunduh.

"Ini bagian dari aku untuk para pembeli dan lebih pada apresiasi saja," tambah penyanyi yang dalam waktu dekat ini akan berlatih dance di Amerika Serikat itu.

Sabtu, 20 November 2010

Hebat, Satu Alamat 'E-Mail' Facebook Terjual Rp 6 Juta

SAN FRANCISCO — Alamat e-mail di Facebook.com belum dapat dinikmati semua orang. Kabarnya layanan komunikasi terintegrasi dari Facebook ini baru bisa diperoleh melalui undangan terbatas. Bahkan saking langkanya, sebuah undangan untuk membuat alamat e-mail di Facebook.com sampai dilelang di eBay dan terjual 710 dollar AS atau lebih dari Rp 6 juta.

Total ada 10 orang yang menawar dalam lelang yang hanya berlangsung dua hari tersebut. Dibuka dengan harga 0,99 dollar AS pada 15 November pukul 13.25, harga penawaran kemudian terus naik dari angka 10 dollar AS hingga ditutup pada penawaran ke-47 pada harga 710 dollar AS, tanggal 16 November pukul 13.23. Pemenang lelang akan mendapat akses ke undangan tersebut dan membuat alamat e-mail sesuai keinginannya.

Menurut pelelangnya, Nick O'neill, lelang e-mail di Facebook ini memang bukan sekadar mencari keuntungan pribadi. Bahkan, seluruh hasil lelang akan disumbangkan kepada Susan G Komen for the Cure, lembaga nonprofit yang membantu penyembuhan pasien kanker. Bisa jadi, pembeli e-mail ini memang tak sabar untuk bisa mencoba social inbox yang ditawarkan Facebook atau juga ingin menyumbang dengan cara berbeda.

Di eBay pun kini sudah ada lelang e-mail Facebook kedua yang sama-sama ditujukan untuk menyumbang yayasan kanker tersebut. Sampai 18 November pukul 15.00, lelang masih berlangsung hingga nilai penawaran 260 dollar AS.

Buat yang tak ingin merogoh kocek untuk menikmati e-mail yang disebut-sebut revolusioner tersebut, bersabarlah. Facebook berjanji akan menyediakan alamat e-mail di Facebook.com bagi semua pengguna secara bertahap.

Nilai Ujian Merosot, Guru Salahkan Facebook

Jakarta - Para guru percaya situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter adalah salah satu faktor yang membuat nilai ujian siswa sekolah merosot. Setidaknya demikian gambaran dari hasil survei di Inggris yang dilakukan penyedia layanan perjalanan edukasi untuk sekolah, JCA.

Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Jumat (19/11/2010), tujuh dari sepuluh pengajar di Inggris yakin murid-murid mereka saat ini semakin kecanduan dengan Facebook dan Twitter. Mereka juga mengeluhkan peningkatan jumlah siswa yang senang mengunakan bahasa SMS atau chat yang tidak sesuai dengan tata bahasa yang benar.

Keluhan para guru mungkin benar adanya. Karena sebelumnya sudah banyak riset yang menyebutkan jejaring sosial mempengaruhi performa akademik siswa sekolah. Sebuah riset bahkan menemukan fakta bahwa hasil ujian para pengguna Facebook rata-rata lebih rendah 20 persen ketimbang mereka yang tidak menggunakannya.

Berdasarkan temuan dari studi terpisah, hal ini diakibatkan karena anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu berjejaring sosial rata-rata sulit berkonsentrasi. Saat di kelas, daya konsentrasi mereka terganggu secara permanen dan sesekali mudah beralih perhatian.

"Ketimbang bergelut dalam pengalaman di kehidupan nyata, melakukan perjalanan edukasi atau berinteraksi dengan cara tatap muka langsung, anak-anak sekarang lebih senang berjejaring sosial dan kebiasaan itu turut membentuk sifat mereka," kata juru bicara JCA.

Penelitian yang melibatkan 500 orang guru ini juga menemukan, anak-anak dengan nilai terburuk di sekolah kebanyakan menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan bermain Facebook dan Twitter.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Sejarah Dangdut

Mendengar kata dangdut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, alunan musik dan lantunan suara biduan dangdut sering kita dengarkan.

Dangdut sebagai lagu rakyat/folk song telah masuk ke seluruh pelosok tanah air, tidak hanya di Indonesia bahkan dangdut tersebar hingga manca negara. Namun sedikit di antara kita yang paham sejarah dangdut itu sendiri (termasuk aku, :D ). Berikut ini sekilas sejarah dan perkembangannya dangdut dari mulai lahirnya hingga kini.

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla/gendang) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.

Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.

Berikut adalah nama-nama beberapa tokoh penyanyi dan pencipta lagu dangdut populer yang dibagi dalam tiga kelompok kronologis, sesuai dengan perkembangan musik dangdut:

Pra-1970-an : Husein Bawafie, Munif Bahaswan, Ellya, M. Mashabi, Johana Satar, Hasnah Tahar.

1970-an : A. Rafiq, Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Mansyur S., Mukhsin Alatas, Herlina Effendi, Reynold Panggabean, Camelia Malik, Ida Laila.

Setelah 1970-an : Vetty Vera, Nur Halimah, Hamdan ATT, Meggy Zakaria, Iis Dahlia, Itje Trisnawati, Evi Tamala, Ikke Nurjanah, Kristina, Cici Paramida, Dewi Persik, Inul Daratista.

Dangdut dalam budaya kontemporer Indonesia

Oleh Rhoma Irama, dangdut dijadikan sebagai alat berdakwah, yang jelas terlihat dari lirik-lirik lagu ciptaannya dan dinyatakan sendiri olehnya. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu polemik besar kebudayaan di Indonesia pada tahun 2003 akibat protesnya terhadap gaya panggung penyanyi dangdut dari Jawa Timur, Inul Daratista, dengan goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral".

Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.

Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini.

Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.

Interaksi dengan musik lain

Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan mempengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut.

Musik rock, pop, disko, house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan, degung, tarling, keroncong, langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin.

Tidak hanya tarlingdut dan campursari saja yang mendapat pengaruh musik dangdut, sekitar tahun 2000-an muncul satu genre musik dangdut yaitu dangdut koplo. Konon genre dangdut koplo hadir dari daerah Jawa Timur. Hal ini ditandai dengan bermunculannya sejumlah OM (Orkes Melayu) yang mengusung dangdut koplo dalam setiap kali show, diantaranya adalah OM Monata, OM New Pallapa, OM Palapa, OM Sera, dan masih banyak lagi yang lainnya.Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin. Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela.

Bangunan lagu

Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif, sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4, kecuali pada lagu-lagu masa Melayu Deli (contoh: Burung Nuri). Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.

Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin. Panjang intro dapat mencapai delapan birama.

Bagian awal tersusun dari delapan birama, dengan atau tanpa pengulangan. Jika terdapat pengulangan, dapat disela dengan suatu baris permainan jeda. Bagian ini biasanya berlirik pengantar tentang isi lagu, situasi yang dihadapi sang penyanyi.

Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik. Bagian kedua biasanya sepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Di akhir bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu.

Setelah bagian kedua, lagu diulang penuh dari awal hingga akhir. Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama. Jarang sekali lagu dangdut diakhiri dengan fade away.

Sumber : Tedoun