Tampilkan postingan dengan label Profil penyanyi dangdut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil penyanyi dangdut. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Sailormoon indonesia

 Satu lagi industri musik di tanah air akan diramaikan dengan hadirnya Artis “SAILORMOON”. Berawal dari hasil audisi di Bandung, maka terbentuklah SAILORMOON pada tanggal 1 Februari 2011. Nama “SAILORMOON” terdengar familiar sehingga dipakai untuk nama trio vocal ini. SAILORMOON terdiri dari Tika,Yesi dan Dewi yang ketiganya merupakan jebolan dari sebuah audisi penyanyi pada salah satu stasiun TV Nasional.


Impian ketiga personil SAILORMOON untuk total di dunia tarik suara terwujud ketika Pesohor Entertainment menjadikan mereka trio SAILORMOON. Tidak tanggung-tanggung, Pesohor Entertainment menggandeng Dodhy “Kangen Band” untuk menciptakan hit single yang akan mereka bawakan. SAILORMOON memiliki karakter vocal yang kuat dan berbeda pada setiap personilnya, dipadukan dengan lagu yang diciptakan oleh Eko dan Dodhy “Kangen Band”, akan memberikan warna tersendiri pada lagu OMG yang mereka bawakan
Sesuai dengan judulnya OMG, kata-kata ini sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia umumnya dan penikmat musik khususnya. Kami pun berharap single ini dapat diterima oleh semua penikmat musik di tanah air. Sentuhan warna dangdut, pop dan rock sangat kental di lagu OMG ini membuktikan bahwa tidak ada sekat dari jenis musik atau aliran musik tertentu yang mengalir kedalam SAILORMOON

Walaupun Kangen Band sedang vakum karena dua personilnya tersangkut narkoba namun gitaris Kangen Band, Dody tengah sibuk mempromosikan trio dangdut Trio Sailormoon.Trio vokal tersebut  terdiri dari Dewi, Tika dan Yessy.  Mereka bertiga akan menyanyikan lagu yang berjudul Oh My God ciptaan Dody. Gitaris asal Lampung ini sendiri yang mendampingi tiga dara ini berlatih gerak dan vokal secara langsung. Bahkan Dody ikut mengiringi mereka dengan permainan keyboard. Motor penggerak Kangen Band ini mengaku merupakan tantangan tersendiri dengan mengorbitkan trio dangdut.
“Trio Sailormoon itu trio dangdut , ini tantangan buat aku mencoba hal dan musik yang baru. Semoga dapat diterima oleh masyarakat,” ujar Dody ketika ditemui di studio musik di kawasan Tebet beberapa waktu lalu.

Minggu, 28 November 2010

Ida Laila

Ida Laila (terlahir Murah Ati , Petukangan, Surabaya 1943), adalah penyanyi lagu-lagu Melayu (dangdut) di era awal (1960 hingga 1970-an. Namanya populer lewat lagu Keagungan Tuhan karangan A. Malik Bz. (1965, direkam ulang 1976), Siksa Kubur (ciptaan Achmadi, dinyanyikan ulang oleh Rita Sugiarto dan, bahkan, OM PSP), dan Sepiring Berdua. Lagu-lagunya melankolis dan liriknya "penuh derita", sesuai dengan karakter suaranya.
Ida tampil pertama kali bersama OM Sinar Kumala Surabaya, pimpinan A. Kadir (almarhum). Setelah itu, ia pun bergabung dengan berbagai grup seperti OM Awara, OM Sonata, dan OM Sanata. Dengan OM Awara, penyanyi ini melahirkan sedikitnya 18 album piringan hitam. Bersama OM Sinar Mutiara meluncurkan tujuh buah album. Diiringi OM Sonata ia menelorkan empat atau lima album.
Kini Ida Laila, yang menikah dengan Mulyono, lebih dikenal sebagai seorang penceramah agama, walaupun ia mengakui tidak berhenti menyanyi. Permintaan berceramah, yang dianggapnya lebih utama, datang bertubi-tubi membuatnya sukar membuat jadwal untuk kegiatan menyanyi

Album

  • "Siksa Kubur" 1960
  • "Berkasih Mesra" produksi Lokananta, Solo, tahun 1964.
  • "Keagungan Tuhan" 1965
  • "Perintah Ilahi" tahun 1967
  • "Siksa Kubur" tahun 1976.
  • lagu nostalgia 1997 di produksi Indra record
  • "Syi'iran Wali" dan "Eling-eling" diproduksi Indra Record Surabaya.
  • Album "Pergi tanpa pesan" bersama Mus Mulyadi
  • Album 12 lagu dangdut Bersantai Ria
  • Album Ojo lali Mas pop jawa
  • Album Ida Laila " Berkelana " diProduksi Mutiara Record
  • Album Ida Laila 20 Tembang Kenangan

Meggi Z

Meggy Zakaria (lahir di Jakarta, 24 Agustus 1945 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 21 Oktober 2009 pada umur 64 tahun) adalah penyanyi dangdut dan aktor. Ia sangat dikenal publik sebagai penyanyi dangdut, selain itu juga dikenal sebagai pemeran dalam sinetron serta film layar lebar.

Karier

Meggy Z mulai berdangdut 1968, tapi hingga 1980-an namanya masih kurang dikenal. Sejak 1981 ia mengasah kebolehannya mencipta lagu. Nama Meggy Z melejit setelah menyanyikan lagu ciptaan Obbie Mesakh Lebih Baik Sakit Gigi.

Meninggal

Meggy Z meninggal dunia, dikarenakan sakit jantung. Ia dimakamkan di TPU Cilangkap.

Meggy Z cover

Lagu jatuh bangun pernah dinyanyikan oleh kristina & juga grup band yang paling ngetop lagu jatuh bangun yaitu tiket band setelah Meggy z meninggal tiket band mengaransemen musik rock dengan lagunya.

Filmografi

  • Asoy Geboy (2008)

A Rafiq

A. Rafiq (lahir 5 Maret 1948; umur 62 tahun) adalah aktor dan penyanyi dangdut Indonesia. A. Rafiq di kenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai penyanyi dangdut yang cukup terkenal. Lagu dangdutnya "Pengalaman Pertama" jadi top hit di pertengahan tahun 1978. Lagu tersebut dinyanyikan ulang oleh Nirina Zubir yang duet bersama Slank dan menjadi jalur suara film Get Married. Selain sebagai penyanyi dangdut, ia juga sempat bermain dalam beberapa judul film layar lebar bersama dengan Farouk Afero. A Rafiq juga sempat menjajal profesi sutradara. Dia menggarap sinetron drama semi musikal berjudul Si Miskin Bercinta. Penggarapan sinetron berseri tersebut melibatkan musisi dan penyanyi antara lain, Mansur S, Hetty Soenjaya, Jaja Miharja, dan Ira Savira, selain bintang kawakan Mieke Wijaya. Pria berdaran Arab ini mengaku pernah studi akting di LPKJ (sekarang IKJ), dan ikut workshop tentang membuat film yang diselenggarakan TIM bersama Persatuan Artis Film Indonesia. Beberapa anak A Rafiq juga mengikuti jejaknya di dunia hiburan Indonesia, antara lain Fadila A Rafiq, Farhad A Rafiq dan Fairuz A Rafiq.

Filmografi

  • Si Gondrong (1971)
  • Pengalaman Pertama (1977)
  • Pandangan Pertama (1978)

Inul Daratista

Inul Daratista (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 21 Januari 1979; umur 31 tahun; bernama asli Ainur Rokhimah) adalah seorang penyanyi dangdut Indonesia. Inul terkenal dengan gaya goyang ngebor. Ayah Inul bernama Abdullah Aman, dan ibunya bernama Rufia. Inul bersuamikan Adam Suseno

Karier

Inul Daratista memulai karier panggungnya sebagai penyanyi dangdut lewat acara-acara rakyat di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Tanpa ia ketahui, aksi panggungnya diabadikan dalam sebuah rekaman video. Video ini lantas diperbanyak dan diedarkan dalam format VCD ke berbagai pelosok daerah, ini yang mendorong nama Inul mulai terkenal. Seiring dengan melekatnya julukan "Ratu Ngebor", Inul mulai tampil di banyak tempat. Seketika, jadwal manggungnya terisi padat. Sejumlah televisi pun berebutan untuk menampilkan Inul.
Selain berkarier di dunia tarik suara, Inul juga memiliki bisnis karaoke, Inul Vizta. Bisnisnya yang memiliki beberapa cabang ini, sempat mendapat masalah. Andar Situmorang menggugatnya karena dianggap melanggar masalah hak cipta. Tapi awal Juni 2009, kasusnya dimenangkan oleh PN Jakarta Pusat.
Selesai perkara bisnis karaoke Inul Vizta, sekarang giliran Inul yang memperkarakan Andar ke pihak berwajib. Kali ini Andar dilaporkan Inul atas tuduhan membuat laporan palsu. Hingga saat ini, kasusnya masih diperiksa oleh pihak yang berwajib.

Kehidupan Pribadi

Pernikahan yang dijalani Inul bersama suaminya, Adam Suseno selama 13 tahun belum membuahkan anak. Namun mimpi itu akhirnya terwujud pada 2009. Melalui program bayi tabung, Inul berhasil melahirkan anak pertamanya pada 19 Mei 2009 pada pukul 21.29 secara caesar. Bayi perdana ini diberi nama Yusuf Ivander Damares.

Kontroversi

Menjelang perilisan album perdananya, goyangan Inul tidak disukai oleh Rhoma Irama, penyanyi yang punya julukan "Raja Dangdut". Goyang Inul dianggap mengundang dampak negatif yang berbau pornografi dan merendahkan pamor musik dangdut. Rhoma dengan mengatas-namakan organisasi PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), menentang peredaran album Goyang Inul yang dirilis Blackboard pada akhir Mei 2003. Sikap Rhoma ini lantas menimbulkan pro-kontra.
Pada Januari 2006, kembali Rhoma di depan anggota DPR mengeluarkan pernyataan menentang aksi panggung Inul, dalam dengar pendapat pembahasan RUU Antipornografi antara DPR dan kalangan artis.
Pada bulan April 2006, Inul kembali membuat kontroversi karena mengeluarkan pernyataan di media masa bahwa dia ingin berpose bugil di majalah Playboy edisi Indonesia.

Album

  • Goyang Inul
  • Separuh Nafas
  • Mau Dong
  • Rasain Lho

Filmografi

  • "Cinta Setaman" (2008)

Sinetron

  • Kenapa Harus Inul?
  • Gara-Gara Inul
  • Hikayah (Eps.Susuk Pemikat Si Penari Jaipong)
  • Hikayah {Eps.Penyanyi Dangdut Banting Setir Jadi Pembantu}

Ike Nurjanah

Hartini Erpi Nurjanah (dikenal dengan nama Ikke Nurjanah; lahir di Jakarta, 18 Mei 1974; umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi dangdut dan presenter televisi Indonesia.

Karier

Sampai kini kalau ditanya, mungkin Ikke Nurjanah masih belum percaya kalau ia telah menjadi penyanyi Dangdut yang memiliki suara khas dan dikenal luas oleh public Indonesia. Mungkin karena awalnya ia tidak pernah bercita-cita menjadi penyanyi professional. Ia lebih memilih ingin menjadi seorang guru Taman Kanak-kanak. Sebuah cita-cita yang mulia tentunya.
Sulung dari empat bersaudara ini besar dalam lingkungan seni. Ayahnya, Abdul Pihar Tanjung, adalah seorang pemain biola lagu-lagu Melayu Deli. Album perdana Ikke berjudul "Ojo Lali" langsung mendapat respon positif dari masyarakat. Sampai sekarang Ikke telah mengeluarkan belasan album. Lagu-lagu Ikke yang sangat populer di antaranya "Sun Sing Suwe", "Terlena", dan duetnya bersama sang suami (saat itu belum bercerai), "Memandangmu".
Penampilan Ikke yang manis dan sopan (untuk ukuran penyanyi dangdut) tidak membuat dirinya tidak "laku". Hal ini malah menjadi ciri khasnya. Ikke menghindari menggunakan pakaian yang norak, goyangan yang seronok dan lirikan yang genit, serta desahan yang merangsang. Meski demikian, Ikke tetap bisa eksis di dunia dangdut. Terbukti beberapa penghargaan yang telah diterimanya, antara lain Ikke meraih penghargaan AMI (Akademi Musik Indonesia) untuk kategori penyanyi dangdut wanita terbaik 1997, 1998, 1999 dan Penyanyi Dangdut Paling Ngetop SCTV 2002. Tahun 2005 Ikke juga berhasil membawa pulang Piala Suling Emas dalam "Anugerah Dangdut TPI" untuk kategori Penyanyi Wanita Tersohor, mengalahkan Elvie Sukaesih, Inul Daratista, Ira Swara dan Nita Thalia.
Dangdut pulalah yang menghantarkan Ikke melanglang ke berbagai daerah bahkan sampai mancanegara. Ia tampil di Asia Live Dream 22 Februari 1998 silam atas undangan stasiun televisi NHK Jepang.
Selain menyanyi, Ikke juga menjadi bintang iklan dan presenter. Tahun 1996 ia pernah diminta BKKBN bersama mantan Kepala BKKBN Hayono Suyono untuk membawakan talk show dan menjadi presenter sebuah acara masak memasak untuk stasiun televisi Indosiar.

Pendidikan

Sedari kecil Ikke telah menyanyi. Namun dirinya menyadari bahwa pendidikan juga sangat penting. Selepas dari SMAN 40 Jakarta, Ikke mengambil program D3 Akademi Manajemen Perusahaan Universitas Jayabaya. Ia pun menuntaskannya dengan melanjutkan ke jenjang sarjana. Ikke menyelesaikan sarjana ekonomi manajemennya tahun 1998.
Sebagai mahasiswa, walau sibuk menyanyi, Ikke juga mengikuti kegiatan kampus. Bahkan ia pernah menjadi seketaris dan bendahara Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya 1995-1998. Dari kegiatan kampus pulalah, Ikke bertemu Aldi.

Kehidupan Pribadi

Ikke menikah dengan Renaldi Hutomo Wahab atau Aldi Bragi, salah seorang personel grup musik Bragi pada tanggal 16 Oktober 1998. Sayang pernikahan mereka tak dapat dipertahankan. Dari pernikahan tersebut mereka memiliki seorang anak perempuan, Siti Adira Kinaya.Kemudian Argi bercerai dengan Ikke pada tanggal 3 April 2007.

Album

  • 1. 1987, GELIMANG DUKA
  • 2. 1987, SEMANGKOK BERSAMA SESENDOK BERDUA (Duet With Mus Mulyadi)
  • 3. 1988, GERBANG SENGSARA
  • 4. 1989, OJO LALI
  • 5. 1989, OJO SUWE-SUWE
  • 6. 1990, IKI LOH MAS
  • 7. 1990, BIBIR BERMADU
  • 8. 1991, SAAT JUMPA PERTAMA
  • 9. 1992, COBAAN ASMARA
  • 10. 1992, BIRU PUTIH CINTAKU
  • 11. 1992, AIB
  • 12. 1993, ATI NELONGSO
  • 13. 1993, TERHINA
  • 14. 1994, BAGAI DISAMBAR PETIR
  • 15. 1994, SUN SING SUWE
  • 16. 1995, NOMOR SATU
  • 17. 1995, BIRUNYA RINDU
  • 18. 1995, CAMBUK DERITA
  • 19. 1996, Disco Dangdut Album Seleksi AWARA ( Duet With Ida Laila )
  • 20. 1996, GELANG ALIT
  • 21. 1997, CINTA DAN DILEMA
  • 22. 1997, Trio Mie ( Mila Rossa, Ikke Nurjanah, Erie Suzan )
  • 23. 1997, PADANG REMBULAN
  • 24. 1997, MERPATI PUTIH
  • 25. 1998, MEMANDANGMU
  • 26. 1998, SENYUM DAN HATIMU
  • 27. 2001, SELALU MILIKMU
  • 28. 2003, LEBARAN BERSAMA IKKE
  • 29. 2003, MUNAFIK
  • 30. 2004. DUA DALAM SATU
  • 31. 2006, MANDI MADU (Single; feat Randy AFI)
  • 32. 2008, SEPI (Single; feat F-Mayor Band)

Iklan

  • Simas Margarin (1997)
  • Tepung Segitiga Biru (2000)
  • Kompor Gas Hitachi (2000-2001)
  • Okky Jelly Drink (2002)
  • Betadine Sachet (1995-1996)
  • Emeron (1997-1998)
  • Matrix Parabola (2008)
  • Sarimi (2003)

Ratu dangdut Elvi Sukaesih

Elvy Sukaesih (lahir di Jakarta, 25 Juni 1951; umur 59 tahun) adalah salah satu penyanyi dangdut Indonesia yang legendaris dan dijuluki sebagai "Ratu Dangdut". Ia lahir dari pasangan asal Sumedang. Ia mulai menyanyi sejak di bangku kelas 3 SD.
Elvy menikah pada usia muda (19 tahun) dengan pemuda keturunan Arab, Zaidun Zeth. Kariernya mulai menanjak pada awal tahun 1970-an ketika menjadi penyanyi pendamping Rhoma Irama pada Orkes Melayu (OM) Soneta meskipun sebelumnya ia telah popular di berbagai panggung. Setelah berpisah dari Soneta (pada tahun 1975), ia bersolo karier dan tetap eksis dalam musik dangdut hingga sekarang. Ia sampai sekarang dianggap sebagai salah satu penyanyi dangdut dengan kualitas suara terbaik.

Filmografi

 

Album

  • Raja Dan Ratu - Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih 1975
  • Pesta Panen, 1990
  • The Return of Diva, 1992
Beberapa lagu populer yang dinyanyikannya:
  • Pengalaman Pertama
  • Asoi
  • Mandi Madu
  • "Karena Penasaran"
  • "Bukan Yang Pertama"
  • "Sekuntum Mawar Merah" (ciptaan Rhoma Irama)
  • "Kuda Lumping" (ciptaan Rhoma Irama)
  • "Cubit-cubitan"
  • "Pesta Panen"
  • "Bulan di Ranting Cemara"
  • "Mandi Madu"
  • "Gadis atau Janda" (bersama Mansyur S.)
  • "Gula-gula Cinta"
  • "Bisik-bisik Tetangga"

Sabtu, 20 November 2010

RHOMA IRAMA

Raden Oma Irama yang populer dengan nama Rhoma Irama (lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946; umur 63 tahun) adalah musisi dangdut dari Indonesia yang berjulukan "Raja Dangdut".

Sekilas

Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.
Berdasarkan data penjualan kaset, dan jumlah penonton film- film yang dibintanginya, penggemar Rhoma tidak kurang dari 15 juta atau 10% penduduk Indonesia. Ini catatan sampai pertengahan 1984. "Tak ada jenis kesenian mutakhir yang memiliki lingkup sedemikian luas", tulis majalah TEMPO, 30 Juni 1984. Sementara itu, Rhoma sendiri bilang, "Saya takut publikasi. Ternyata, saya sudah terseret jauh."
Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa. Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tapi ia juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia. Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan. Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.
Pada 13 Oktober 1973, Rhoma mencanangkan semboyan "Voice of Moslem" (Suara Muslim) yang bertujuan menjadi agen pembaharu musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung. Menurut Achmad Albar, penyanyi rock Indonesia, "Rhoma pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock". Tetapi jika kita amati ternyata bukan hanya rock yang dipadu oleh Rhoma Irama tetapi musik pop, India, dan orkestra juga. inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiiki cita rasa yang berbeda.
Bagi para penyanyi dangdut lagu Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain. "Mustahil mengadakan panggung dangdut tanpa menampilkan lagu Bang Rhoma, karena semua menyukai lagu Rhoma," begitu tanggapan beberapa penyanyi dangdut dalam suatu acara TV.
Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial. Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku. Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya. Satria Bergitar, misalnya. Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta. Tetapi, "Rhoma tidak pernah makan dari uang film. Ia hidup dari uang kaset," kata Benny Muharam, kakak Rhoma, yang jadi produser PT Rhoma Film. Hasil film disumbangkan untuk, antara lain, masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.
Ia juga terlibat dalam dunia politik. Di masa awal Orde Baru, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar. Rhoma Sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.
Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. "Ternyata belajar di luar lebih asyik dan menantang," katanya suatu saat. Ia sendiri mengatakan bahwa ia banyak menjadi rujukan penelitian ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya telah dihasilkan. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.
Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut, namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.
Sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama kariernya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan 685 buah lagu dan bermain di lebih 10 film.
Pada tanggal 11 Desember 2007, Rhoma merayakan ulang tahunnya yang ke 61 yang juga merupakan perayaan ultah pertama kali sejak dari orok, sekaligus pertanda peluncuran website pribadinya, rajadangdut.com

Kontroversi

  • Pada tahun 2003, Rhoma kembali menjadi sorotan media karena mengkritik Inul Daratista, penyanyi dangdut yang sedang naik daun karena mengandalkan gaya tarinya yang dianggap mesum. Rhoma dengan mengatas-namakan organisasi PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), menentang peredaran album Goyang Inul yang dirilis Blackboard pada akhir Mei 2003. Pada saat itu Rhoma Irama kemudian dikecam sebagai seorang munafik oleh pendukung Inul.
  • Juga pada tahun 2003, Rhoma dalam sebuah pengerebekan, tertangkap basah beduaan sedang main kuda-kudaan di apartemen Angel Lelga, sekitar jam 11-4 pagi. Pengerebekan ini banyak ditayangkan media infotainment, dan menjadi permulaan turunnya pamor raja dangdut ini. Kejadian ini disanggah Rhoma dengan berdalih bahwa ia hanya memberikan nasehat dan petuah agar menghindarkan Angel Lelga dari jurang kenistaan, setelah beberapa waktu kemudian Rhoma mengakui bahwa ia sebenarnya telah menikah dengan Angel Lelga.
  • Pada November 2005, tayangan Kabar-kabari memberitakan Rhoma Irama mengatakan GIGI adalah band frustasi dan tidak kreatif. Komentar tersebut berhubungan dengan kesuksesan album rohani Raihlah Kemenangan yang dirilis GIGI. Menurut Rhoma, album yang sepenuhnya berisi lagu aransemen ulang itu mengesankan kelompok musik tersebut sebagai band yang frustasi dan tidak kreatif. Berita ini kemudian disanggah oleh Rhoma. (Sebenarnya berita ini sudah diralat, setelah Rhoma Irama mengirimkan protes ke meja redaksi RCTI dan manajemen acara infotaintment KABAR-KABARI. Berita ini beredar karena kesalahan narator dalam menanggapi berita tentang pernyataan Rhoma Irama. Dan Rhoma Irama sendiri dengan band GIGI tidak ada masalah dan "santai" saja.
  • Pada Januari 2006, kembali Rhoma di hadapan anggota DPR mengeluarkan pernyataan menentang aksi panggung Inul, dalam dengar pendapat pembahasan RUU Antipornografi antara DPR dan kalangan artis.

Pasangan hidup

  • Rhoma menikahi Veronica pada 1972, seorang wanita Nasrani yang menjadi muslim setelah dinikahinya, yang kemudian memberinya tiga orang anak, Debby (31), Fikri (27), dan Romy (26). Rhoma akhirnya bercerai dengan Veronica bulan Mei 1985.
  • Sebelum bercerai, sekitar setahun sebelumnya, Rhoma menikahi Ricca Rachim, juga seorang wanita Nasrani yang kemudian menjadi muslim setelah dinikahinya — lawan mainnya dalam beberapa film seperti Melodi Cinta, Badai di Awal Bahagia, Camellia, Cinta Segitiga, Pengabdian, Pengorbanan, dan Satria Bergitar. Hingga sekarang, Ricca tetap mendampingi Rhoma sebagai istri. Mereka mengangkat seorang anak bernama Ridho Irama/Ridho Rhoma (sumber lain yang tidak jelas mengatakan bahwa Ridho merupakan anak kandung Rhoma dari wanita bernama Marwah Ali)
  • Pada tanggal 2 Agustus 2005, Rhoma mengumumkan telah menikahi artis sinetron Angel Lelga secara siri pada 6 Maret 2003, namun hari itu juga ia menceraikannya.
  • Veronica sempat menikah kembali (1991) kemudian sang suami yang seorang pejabat meninggal, Veronica sendiri meninggal di tahun 2005 dengan mengalami berbagai penyakit, anak-anaknya mengakui pada pers selama Veronica sakit Rhoma Irama lah yang menanggung semua biaya perawatan hingga ke Singapura mengingat Veronica bukan lagi artis yang produktif dan telah menjadi janda karena suaminya telah meninggal. Keluarga mencatat bahwa Rhoma tetap berperan dalam keluarga tersebut.
  • Pada saat Rhoma Irama digerebek oleh wartawan di Apartemen bersama Angel Lelga sebenarnya keduanya telah menikah secara siri, otak dibalik pengerebekan tersebut adalah Yati Octavia dan suaminya Pangky Suwito yang juga tinggal di Apartemen Semanggi dan turut hadir bersama wartawan pada saat pengebrekan.